Pada 13–22 Desember 2025, delegasi mahasiswa Universitas Hasanuddin mengikuti program Student Exchange Okayama Dental Academic Interaction (OKADAI) yang melibatkan kolaborasi internasional antara mahasiswa Indonesia dan Jepang dari Fakultas Kedokteran Gigi serta rumpun ilmu kesehatan lainnya, meliputi Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, dan Keperawatan. Program ini dirancang untuk memperkuat wawasan global, pemahaman lintas budaya, serta pengembangan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa melalui pembelajaran kolaboratif lintas negara.
Rangkaian kegiatan OKADAI mencakup kombinasi agenda akademik dan institusional, seperti campus and hospital tour di Faculty of Dentistry dengan kunjungan ke berbagai departemen, antara lain Oral Pathology, Oral Rehabilitation and Regenerative Medicine, Operative Dentistry, Pediatric Dentistry, dan Oral Morphology. Selain itu, delegasi juga mengikuti kegiatan akademik di Fakultas Kedokteran, Fakultas Keperawatan, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat, termasuk guest lecture, hospital visit, observasi simulation room dan laboratory practice, serta diskusi interprofesional yang memperkaya pemahaman mengenai sistem pelayanan kesehatan dan kolaborasi lintas disiplin.
Sebagai pelengkap kegiatan akademik, program ini turut menghadirkan agenda pertukaran budaya dan kebersamaan, salah satunya melalui kunjungan ke Okayama Castle, yang menjadi ruang refleksi dan penguatan jejaring antar delegasi. Melalui program Student Exchange OKADAI, delegasi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin tidak hanya memperoleh pengalaman akademik internasional, tetapi juga membangun perspektif global, jejaring kolaboratif, serta nilai profesionalisme yang sejalan dengan penguatan peran mahasiswa kedokteran gigi dalam konteks kesehatan global.
DIUNGGAH PADA 2 FEBRUARI 2026
EDISI FEBRUARI 2026
Makassar, 7 Januari 2026 - FKG Unhas menyelenggarakan Dental Laboratory Camp yang menjadi wadah pembelajaran praktik yang bermakna bagi mahasiswa kedokteran gigi. Kegiatan ini berfokus pada penguatan keterampilan dasar klinik melalui praktik langsung, meliputi teknik dasar PSA, preparasi mahkota dan pencetakan, Atraumatic Restorative Treatment (ART), serta teknik suturing. Rangkaian praktik tersebut memberikan pemahaman aplikatif mengenai prosedur klinis yang akan sering dijumpai dalam tahap pendidikan klinik, sekaligus melatih ketelitian dan keterampilan motorik halus mahasiswa.
Selain praktik utama, Dental Laboratory Camp juga dikemas dengan berbagai aktivitas interaktif yang mendorong partisipasi aktif. Tantangan mengaduk Glass Ionomer Cement (GIC) dengan konsistensi yang tepat, praktik pencetakan gigi, hingga pembuatan tambalan restorasi menjadi sarana pembelajaran yang efektif dan aplikatif. Pendekatan ini membantu mahasiswa memahami kesalahan teknis yang kerap terjadi serta meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dalam situasi klinis simulatif.
Di luar rangkaian kegiatan praktik, Dental Laboratory Camp juga dilengkapi dengan kelas tambahan berupa kelas ergonomi. Kelas ini membahas penerapan posisi kerja yang tepat dan aman guna meminimalkan risiko nyeri serta gangguan muskuloskeletal pada tenaga medis gigi. Melalui materi ini, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan kerja sejak dini. Pembelajaran tersebut menegaskan bahwa kompetensi klinik tidak hanya bergantung pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pada penerapan sikap profesional serta kesadaran terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.
Pada akhir rangkaian kegiatan, tepatnya pada hari terakhir pelaksanaan, diselenggarakan sesi coffee talk bersama para dokter yang bertindak sebagai instruktur. Sesi ini menjadi ruang diskusi terbuka bagi mahasiswa untuk menggali wawasan langsung terkait pengalaman klinik, tantangan yang sering dihadapi di lapangan, dan manajemen pasien. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada pemenang challenge serta peserta dengan pertanyaan terbaik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi
Sekretariat : Kampus FKG UNHAS Tamalanrea, Jl. Perintis Kemerdekaan Telp. 08990627771 Makassar, 90245
Website : https://www.bemfkgunhas.org
aktif. Rangkaian acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama, yang semakin memperkuat suasana kebersamaan dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, kolaboratif, dan bermakna sebagai bekal menuju tahap pendidikan klinik yang lebih kompleks.
DIUNGGAH PADA 2 FEBRUARI 2026
EDISI FEBRUARI 2026
BIDANG 1 BEM FKG UH
Makassar, 14 Januari 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (BEM FKG Unhas) kembali menyelenggarakan agenda Kajian Islam Rutin sebagai wadah pembinaan diri bagi para mahasiswa.
Menyadari besarnya tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam menyeimbangkan antara tuntutan akademik dan persiapan masa depan, kajian kali ini mengangkat topik yang sangat krusial mengenai manajemen diri. Fokus utama pembahasan adalah bagaimana seorang mahasiswa muslim dapat mengelola aset terpenting mereka: waktu dan sumber daya.
Dengan tema yang inspiratif, "Mahasiswa Efektif: Menata Waktu, Menata Finansial, Menata Masa Depan", kegiatan ini bertujuan memberikan panduan praktis sekaligus spiritual agar mahasiswa mampu menjadi pribadi yang produktif dan terencana sesuai dengan syariat Islam. Ustadz Ismail Marzuki hadir sebagai pembicara utama yang akan mengupas tuntas langkah-langkah strategis dalam menyusun prioritas hidup agar masa muda tidak berlalu sia-sia.
BEM FKG Unhas berharap melalui kajian ini, mahasiswa tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga mahir dalam mengelola kehidupan pribadinya secara efektif.
DIUNGGAH PADA 2 FEBRUARI 2026
EDISI FEBRUARI 2026
Mahasiswa memerlukan berbagai sarana yang memungkinkan mereka mengembangkan potensi diri secara optimal. Sarana aktualisasi tersebut dapat berupa organisasi kemahasiswaan, komunitas akademik, program pengembangan minat dan bakat, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui berbagai wadah ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan interpersonal, memperluas wawasan, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi berbagai situasi.
Selain itu, penguatan daya refleksi menjadi aspek penting dalam proses pembentukan karakter mahasiswa. Daya refleksi merupakan kemampuan untuk meninjau kembali pengalaman, menilai tindakan yang telah dilakukan, serta menarik pelajaran untuk perbaikan di masa mendatang. Kegiatan seperti diskusi ilmiah, penulisan laporan reflektif, mentoring dengan dosen, dan evaluasi berkala merupakan sarana yang efektif dalam membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan tersebut.
Dengan tersedianya SAMUDRA yang memadai, mahasiswa dapat tumbuh menjadi individu yang lebih matang, kritis, dan bertanggung jawab. Kemampuan untuk memahami diri sendiri, mengevaluasi proses yang dijalani, serta mengambil keputusan secara bijaksana akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan profesional. Dengan demikian, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyediakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter dan kualitas diri mahasiswa secara berkelanjutan.
REFERENSI:
Ali, Shazia Inayat & Kazmi, Anjum Bano. (2024). “Self-Actualization and Higher Education Learners’ Mental Well-Being.” Journal of Social and Organizational Matters
Anisa Imamia, Awalia Dwi Ramadhani, dkk. (2025). “Increasing the Self-Actualization of Social Studies Students in Higher Education through Participation in Intra-Campus Organizations.” SOCIALE: International Journal of Social Studies
DIUNGGAH PADA 2 FEBRUARI 2026
EDISI FEBRUARI 2026
BIDANG 2 BEM FKG UH
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (BEM FKG UH) kembali menyelenggarakan Bakti Sosial (Baksos) tahun 2025 sebagai wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dan upaya meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan ini diikuti oleh 131 peserta yang terdiri dari mahasiswa preklinik, coass, dokter gigi, dan dokter gigi spesialis, serta secara resmi dilepas oleh Dekan FKG UH, drg. Irfan Sugianto, M.Med.Ed., Ph.D.
Baksos BEM FKG UH 2025 dilaksanakan pada 19–22 Desember 2025 bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Utara. Kegiatan berlangsung di 11 kecamatan dengan melibatkan 11 UPTD Puskesmas sebagai pusat pelayanan. Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan, pemeriksaan gigi, serta perawatan dasar seperti DHE, aplikasi fluor, scaling, dan ekstraksi sesuai indikasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Bagi mahasiswa, Baksos menjadi sarana pembelajaran langsung untuk mengaplikasikan ilmu, menumbuhkan empati sosial, serta memperkuat profesionalisme, sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
DIUNGGAH PADA 10 JANUARI 2026
EDISI JANUARI 2026
BIDANG 2 BEM FKG UH
Sebagai bagian dari rangkaian program kerja pengabdian masyarakat, BEM Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Shortcourse Bakti Sosial yang bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 14 Desember 2025, bertempat di Aula Dental Center Lt3, dan diikuti oleh mahasiswa FKG Universitas Hasanuddin.
Shortcourse ini dirancang sebagai wadah pembekalan sebelum pelaksanaan bakti sosial. Materi yang disampaikan meliputi Ekstraksi gigi dewasa, sterilisasi dan kontrol infeksi, Scalling dan Root Planing, Ekstraksi Gigi Sulung dan Pengaplikasian TAF, Kegawatdaruratan serta pengenalan alat kedokteran gigi. Dalam penyampaiannya, pemateri menekankan bahwa kegiatan bakti sosial bukan sekadar bentuk pengabdian, tetapi juga sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial, tanggung jawab profesional, serta kemampuan bekerja sama di lapangan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga mampu menghadirkan empati dan sikap humanis saat berinteraksi dengan masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Shortcourse ini memberikan bekal penting bagi mahasiswa agar lebih siap secara pengetahuan, sikap, dan mental dalam menjalankan kegiatan bakti sosial. Melalui shortcourse ini, BEM Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin berharap dapat mencetak calon dokter gigi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat.
DIUNGGAH PADA 10 JANUARI 2026
EDISI JANUARI 2026
BIDANG 1 BEM FKG UH
Pada 13–14 Desember 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (BEM FKG Unhas) melalui Departemen Penalaran dan Pengembangan menyelenggarakan 8th Hasanuddin Dentistry Scientific Competition (HDSC) sebagai ajang kompetisi ilmiah bagi mahasiswa kedokteran gigi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan budaya akademik, meningkatkan daya saing ilmiah mahasiswa, serta mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang kedokteran gigi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. drg. Muhammad Ruslin, MKes., PhD., SpBM subsp Ortognat-D (K). Dalam sambutannya, disampaikan bahwa Universitas Hasanuddin terus memperkuat peran sebagai research university, termasuk melalui pengembangan Fakultas Kedokteran Gigi sebagai pusat riset dan inovasi di bidang kedokteran gigi.
8th HDSC mempertandingkan empat cabang lomba ilmiah, yaitu Essay Oral Competition, Literature Review, Dental Carving, dan Scientific Poster, yang diikuti oleh mahasiswa kedokteran gigi dari berbagai universitas, antara lain Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Jember, Universitas Mulawarman, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Andalas, dan Universitas Kadiri. Seluruh cabang lomba dirancang untuk mengasah kemampuan penalaran ilmiah, analisis berbasis evidensi, kreativitas akademik, serta keterampilan teknis peserta.
Selain kategori mahasiswa, kegiatan ini juga menghadirkan Clash of Dental Championship, yakni mata lomba khusus bagi pelajar SMA/sederajat sebagai upaya pengenalan dini terhadap dunia kedokteran gigi dan penguatan minat akademik di bidang kesehatan.
Selain rangkaian perlombaan, kegiatan dilengkapi dengan agenda kebersamaan berupa sunset sailing menggunakan kapal phinisi pada hari pertama dan city tour ke Desa Rammang-Rammang pada hari kedua. Rangkaian kegiatan ini menjadi sarana penguatan jejaring, silaturahmi, serta kolaborasi akademik antar peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
DIUNGGAH PADA 10 JANUARI 2026
EDISI JANUARI 2026
BIDANG 4 BEM FKG UH
Catur merupakan olahraga strategi yang berfungsi sebagai sarana pengembangan intelektual sekaligus pembentukan karakter. Secara kognitif, permainan ini mengasah ketelitian, berpikir kritis, dan kemampuan mengambil keputusan sistematis yang sangat menunjang kebutuhan akademis maupun profesional. Selain itu, catur turut membina ketahanan mental, kontrol emosi, dan sportivitas dalam menghadapi tekanan. Dengan perpaduan aspek logika dan disiplin tersebut, catur mampu membentuk pribadi yang lebih matang, kreatif, dan berintegritas dalam menjalankan peran di berbagai bidang.
Pada hari sabtu tanggal 6 Desember 2025 Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Hasanuddin (BEM FKG Unhas) bersama dengan UKM Catur Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Dean Cup: Turnamen Catur 2025. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. drg. Muhammad Ruslin, MKes., PhD., SpBM subsp Ortognat-D (K) . Dean Cup: Turnamen catur kali ini mengangkat tema “Simfoni Langkah: Mengasah Logika, Merangkai Kebersamaan".
Kegiatan ini adalah kompetisi catur antar mahasiswa, dosen, dan civitas akademika dari berbagai fakultas di Universitas Hasanuddin yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar setiap komponen yang terlibat dan sebagai wadah dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, strategis, serta konsentrasi melalui permainan catur sebagai olahraga intelektual.
DIUNGGAH PADA 10 JANUARI 2026
EDISI JANUARI 2026
BIDANG 1 BEM FKG UH
Makassar, 29 Desember 2025 – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin kembali menyelenggarakan Kajian Islam Rutin sebagai bagian dari upaya pembinaan spiritual mahasiswa di lingkungan kampus. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai keislaman di tengah dinamika kehidupan perkuliahan.
Kajian kali ini mengangkat tema “Circle Baik Itu Rezeki: Menata Pertemanan yang Sehat dan Berkah di Dunia Kampus” dengan menghadirkan Ustadz Ismail Marsuki, S.Pd.I. sebagai pemateri. Tema tersebut diangkat untuk menekankan pentingnya memilih lingkungan pertemanan yang tidak hanya mendukung secara sosial dan akademik, tetapi juga membawa pengaruh positif terhadap iman dan akhlak mahasiswa.
Kajian Islam Rutin ini dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025 pukul 16.00 WITA hingga selesai, bertempat di Masjid An-Nahl, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Seseorang itu tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaknya salah seorang di antara kalian melihat siapa yang ia jadikan teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Melalui kajian ini, BEM FKG Unhas berharap mahasiswa semakin bijak dalam membangun relasi pertemanan, sehingga tercipta lingkungan kampus yang saling menguatkan dalam kebaikan, menumbuhkan semangat belajar, serta menjaga nilai-nilai keislaman selama masa perkuliahan
DIUNGGAH PADA 10 JANUARI 2026
EDISI JANUARI 2026
BIDANG 3 BEM FKG UH
Pada 26 Desember 2025, telah dilaksanakan kegiatan Readers Week. Readers Week merupakan wadah bagi peminjam buku pada bulan tersebut untuk membagikan pendapatnya mengenai buku yang dibaca. Judul-judul buku yang dibahas pada bulan ini adalah “Loving the Wounded Soul”, “5 Cm”, dan “The Alpha Girl’s Guide”.
Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan. Setelah itu, para pembaca akan membagikan pendapat dan menjelaskan mengenai buku yang masing-masing dipinjam. Selanjutnya terdapat sesi diskusi, yaitu para peserta dapat berdiskusi dengan pembaca. Terakhir, kegiatan Readers Week diakhiri dengan penutupan oleh moderator.
Buku-buku tersebut memiliki pesan moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, Readers Week diharapkan dapat meningkatkan minat membaca buku, membangun kekeluargaan, dan mengembangkan pemikiran kritis.
DIUNGGAH PADA 10 JANUARI 2026
EDISI JANUARI 2026
BIDANG 3 BEM FKG UH
Bedah Buku Kecil kali ini membahas buku Berani Tidak Disukai karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga. Kegiatan berlangsung lancar dengan suasana diskusi yang hidup, serta peserta yang aktif mengikuti acara.
Buku Berani Tidak Disukai mengajarkan bahwa kita tidak perlu terus hidup untuk menyenangkan orang lain. Melalui dialog antara seorang filsuf dan pemuda, buku ini mengangkat pemikiran psikologi Alfred Adler tentang keberanian untuk bersikap acuh terhadap penilaian orang lain dan hidup sesuai nilai diri sendiri.
Pada sesi diskusi, peserta bertanya bagaimana cara mengurangi rasa takut terhadap omongan dan ekspektasi orang lain. Pemateri menjelaskan bahwa langkah awalnya adalah menyadari bahwa kelelahan sering muncul karena terlalu memaksakan diri demi memenuhi harapan sekitar. Dengan mulai fokus pada tujuan pribadi dan menerima bahwa tidak semua orang harus menyukai kita, rasa takut tersebut dapat perlahan berkurang. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa hidup yang tenang bukan tentang disukai semua orang, melainkan tentang berani menjadi diri sendiri.
DIUNGGAH PADA 10 JANUARI 2026
EDISI JANUARI 2026
Penulis: Hana Mulyani (Sekretaris Bidang 3 BEM FKG UH)
Di era yang terus bergerak cepat, tidak ada perubahan besar yang lahir dari langkah seorang diri. Tantangan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan hari ini menjadi semakin kompleks sehingga akan lebih mudah diselesaikan dengan kolaborasi.
Kolaborasi mengajarkan kita untuk berjalan bersama dengan mendengar, memahami, dan saling melengkapi. Setiap orang datang dengan latar belakang, kemampuan, dan cara berpikir yang berbeda. Ketika perbedaan itu dipertemukan, lahirlah kekuatan yang tidak akan muncul jika kita melangkah sendirian.
Kolaborasi tidak hanya mengembangkan keterampilan sosial yang penting seperti komunikasi yang efektif, membangun kepercayaan, dan timbal balik, tetapi juga mengarah pada prestasi siswa yang lebih besar dengan mendorong diskusi terbuka dan penciptaan pengetahuan kolektif. Di luar hasil pembelajaran langsung, kolaborasi memperluas peluang akademik, meningkatkan penelitian dan inovasi, dan meningkatkan kemampuan kerja siswa.
Pembelajaran kolaboratif menciptakan lingkungan pendidikan di mana siswa bekerja menuju tujuan bersama, memungkinkan untuk menghubungkan latar belakang dan pengalaman dengan konsep akademik sambil menjadi peserta aktif dalam pembelajaran mereka melalui pemecahan masalah bersama dan pertukaran ide.
Kolaborasi juga penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas karena keterlibatan berbagai pemangku kepentingan (guru, siswa, kepala sekolah) memungkinkan lingkungan belajar yang kondusif dan inovatif.
Oleh karena itu, dalam pendidikan, kolaborasi sangat penting untuk menghasilkan hasil akademis yang lebih baik, juga mengembangkan keterampilan sosial seperti komunikasi, berpikir kritis, dan kerja sama yang berguna di dunia kerja.
Referensi:
Solichah RA, Maghfiroh PL, Sasmita FE. Kolaborasi Tri Pusat Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan. Pendas Mahakam: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar. 2024;9(3):312–320. Tersedia dari: https://jurnal.fkip-uwgm.ac.id/index.php/pendasmahakam/article/view/1956
DIUNGGAH PADA 10 JANUARI 2026
EDISI JANUARI 2026
Penulis: Dinah Anggun Afrini (Sekretaris Bidang 2 BEM FKG UH)
Tantangan utama generasi muda saat ini ialah perkembangan teknologi yang begitu pesat, sehingga menciptakan generasi-generasi yang hanya ingin mendapatkan sesuatu secara “instan”. Pergerakan rasional berarti bergerak dengan kesadaran intelektual dengan menggunakan penalaran logis dan analisis, bukan hanya mengikuti arus atau tren dan opini tanpa dasar. Faktanya, peran generasi muda sebagai penerus cita-cita bangsa dan memiliki peran strategis dalam menjaga nilai kebangsaan, persatuan, dan identitas nasional.
Mahasiswa sebagai generasi muda tentunya memiliki peran yang sangat penting. Tanggung jawab mahasiswa tidak hanya menempuh pendidikan semata dan menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat), tetapi juga dapat mengembangkan potensi dan berwawasan luas baik di dalam maupun di luar rumpun ilmunya secara berkualitas dan menjadi generasi yang edukatif dalam menghadapi berbagai tantangan. Generasi muda tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi menciptakan solusi inovatif. Menjadi generasi solutif berarti generasi yang adaptif, kreatif, dan memiliki tanggung jawab sosial.
PROGRES merupakan sebuah gerakan yang berorientasi pada pengembangan pola pikir rasional, peningkatan kualitas edukasi, serta pencarian solusi terhadap berbagai persoalan generasi muda. Gerakan ini menekankan pentingnya critical thinking, inovasi dan solutif, kolaboratif yang progresif secara berkelanjutan sebagai fondasi pembentukan generasi yang lebih maju.
Sebagai kesimpulan, diharapkan PROGRES ini dapat membangun dan menciptakan generasi muda yang memiliki pola pikir kritis dan ilmiah. Membentuk generasi muda yang unggul, peduli dan responsif terhadap masalah sekitar. Menciptakan pemimpin yang inovatif berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat Indonesia.
REFERENSI:
Sulistyaningsih, D.A. (2023). Kajian Filsafat Progesivisme dalam Pendidikan. Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media.
S. Sudarsih. (2019). "PENTINGNYA MEMBANGUN KARAKTER GENERASI MUDA DI ERA GLOBAL," Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.
DIUNGGAH PADA 10 JANUARI 2026
EDISI JANUARI 2026
Penulis: Hizkia Wesky Pongsapan (KM FKG UH ANGKATAN 2023)
Makassar, 27 November 2025 - PIMNAS 38 berlangsung di Universitas Hasanuddin (Unhas), dengan upacara pembukaan digelar di Baruga AP Pettarani, Kampus Tamalanrea Unhas, dan malam penutupan serta pengumuman pemenang di GOR JK Arenatorium, Unhas.
Dalam kompetisi yang berlangsung antara 23–27 November 2025 ini, kontingen Unhas berhasil membawa pulang total 27 medali. Unhas memperoleh 6 medali emas, 7 perak, dan 2 perunggu; sedangkan pada kategori presentasi, didapat 9 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.
Menariknya, Unhas tidak hanya tampil sebagai kampus penyelenggara tapi juga mendominasi ajang. Dengan berbagai bidang PKM yang diperlombakan (riset, pengabdian, karya inovatif, dan lain-lain), mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu menunjukkan bahwa kolaborasi dan kerja keras bisa menghasilkan karya nyata dan diakui di tingkat nasional.
Prestasi ini menunjukkan bahwa PIMNAS 2025 tak hanya semarak secara kuantitas dengan keterlibatan ratusan tim dan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia tetapi juga kompetitif tinggi: kampus-kampus terbaik dari berbagai wilayah bersaing ketat dalam menyuguhkan riset, inovasi, dan karya ilmiah mahasiswa. Artikel ini semoga bisa jadi dokumentasi singkat sekaligus motivasi bagi mahasiswa di kampus lain untuk terus berinovasi.
Referensi:
Universitas Hasanuddin. Universitas Hasanuddin raih juara umum di PIMNAS 38 dan berhasil pertahankan Piala Adikarta Kertawidya. 2025 [cited 2025 Dec 2]. Tersedia di: https://pimnas38.unhas.ac.id/universitas-hasanuddin-raih-juara-umum-di-pimnas-38-dan-berhasil-pertahankan-piala-adikarta-kertawidya/
Unhas TV. Unhas back-to-back juara PIMNAS 2025: pertahankan Piala Adikarta Kertawidya dengan 27 medali — ini rinciannya. 2025 [cited 2025 Dec 2]. Tersedia di: https://unhas.tv/unhas-back-to-back-juara-pimnas-2025-pertahankan-piala-adikarta-kertawidya-dengan-27-medali-ini-rinciannya
Detik Sulsel. Unhas jadi juara umum PIMNAS ke-38. 2025 Nov [cited 2025 Dec 2]. Tersedia di: https://www.detik.com/sulsel/berita/d-8232565/unhas-jadi-juara-umum-pimnas-ke-38
DIUNGGAH PADA 7 DESEMBER 2025
EDISI DESEMBER 2025
Perubahan besar tidak lahir dari keheningan, melainkan dari kesadaran kritis kaum muda yang menolak pasrah pada ketidakadilan. Sejak dahulu, pemuda menjadi motor pembaruan karena memiliki keberanian berpikir dan kekuatan bertindak.
Namun kini, semangat itu memudar. Banyak organisasi kepemudaan kehilangan arah, terjebak rutinitas tanpa makna ideologis. Idealisme berubah Jadi formalitas, sementara keberanian berpikir kritis melemah oleh budaya nyaman dan sikap apatis. Dalam kondisi ini, perjuangan edukatif menjadi kebutuhan mendesak untuk membangun kesadaran, bukan sekadar belajar.
Paulo Freire dalam Pedagogy of the Oppressed (1970), menjelaskan bahwa pendidikan sejati adalah proses pembebasan yang mendorong manusia memahami dan mengubah realitas sosialnya secara sadar. Melalui pendidikan yang membebaskan, lahir generasi muda yang analitis, merdeka, dan berani menggugat ketimpangan.
Generasi inilah yang akan menjadi pemuda optimis dan revolusioner. Optimis bahwa perubahan bisa diciptakan, revolusioner karena berani menata ulang tatanan yang tidak adil. Organisasi kopomudaan yang menjadikan pendidikan sebagai poros perjuangan akan menjadi ruang dialektika dan laboratorium sosial, tempat gagasan diuji dan keberanian ditempa.
Organisasi pemuda harus kembali menjadi kawah candradimuka perjuangan, ruang lahirnya kesadaran, keberanian, dan cita-cita perubahan. Melalui perjuangan edukatif, gerakan pemuda menemukan napas panjangnya, bukan sekadar menunggu, tetapi berpikir, bergerak, dan berani bermimpi
REFERENSI:
Reni S, Asbari M, Ramadhan MB. Pendidikan yang Membebaskan: Sebuah Reinterpretasi Filsafat Pendidikan Paulo Freire. Journal of Information Systems and Management. 2024;3(5):1–10.
Mahur Y, Riyanto Y, Roesminingsih E. Paulo Freire: Critical, Humanist and Liberating Education (Critical Reflections on Indonesian Education). International Journal for Educational and Vocational Studies. 2019;1(8):873–7
Freire P. Pedagogy of the Oppressed. New York: Continuum; 1970.
DIUNGGAH PADA 7 DESEMBER 2025
EDISI DESEMBER 2025
BIDANG 2 BEM FKG UH
Pada Jumat, 28 November hingga Minggu, 30 November 2025, BEM Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Kelas Kajian Strategis dan Advokasi (KASTRAD) dengan tema “Optimalisasi Respon Mahasiswa dalam Menyikapi Kesenjangan Layanan Kesehatan di Indonesia.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam memahami dan merespons isu-isu kesehatan melalui pendekatan kajian dan advokasi yang terstruktur.
Peserta mendapatkan tujuh materi utama, meliputi Pengantar KASTRAD, Ekonomi Politik, Analisis Wacana Kritis, Analisis Kebijakan Publik, Manajemen Isu, Teknik Penulisan Kajian, serta Teknik Advokasi dan Propaganda. Selain pemaparan materi, kegiatan dilengkapi dengan Forum Diskusi dan Focus Group Discussion (FGD), di mana peserta dibagi dalam kelompok untuk membahas isu yang diberikan dan mempresentasikan hasil kajiannya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman praktis mengenai proses advokasi, mulai dari identifikasi masalah hingga penyusunan rekomendasi solusi. Suasana diskusi yang aktif dan antusias mencerminkan kepedulian mahasiswa terhadap ketimpangan layanan kesehatan serta komitmen untuk menjadi agen perubahan yang berbasis data dan berpihak kepada masyarakat.
DIUNGGAH PADA 7 DESEMBER 2025
EDISI DESEMBER 2025
BIDANG 3 BEM FKG UH
Pada Kamis, 27 November 2025, kegiatan Readers Week kembali dilaksanakan. Acara ini mempertemukan para peminjam buku bulan tersebut untuk berbagi pandangan mengenai buku yang mereka baca, termasuk isi utama, kelebihan dan kekurangan, serta refleksi pribadi. Buku yang dibahas pada kesempatan ini berjudul Berdamai dengan Rasa Malas, Mengenal Kesehatan Jiwa, Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa, dan Kamu Tak Harus Sempurna, yang masing-masing menawarkan sudut pandang berbeda terkait pengembangan diri dan kesehatan mental.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, di mana peserta lain dapat menggali informasi lebih jauh mengenai buku-buku tersebut. Melalui ruang berbagi dan bertukar perspektif seperti ini, kegiatan Readers Week diharapkan dapat memperkuat budaya literasi dan membuka kesempatan untuk melihat buku dari berbagai sudut pandang.
DIUNGGAH PADA 7 DESEMBER 2025
EDISI DESEMBER 2025
BIDANG 3 BEM FKG UH
Bedah Buku Kecil kali ini membahas buku “The Great Success” karya Sahrul Mauludi. Acara berlangsung dengan hangat dan penuh antusiasme. Sejak awal, pemateri menyampaikan materi dengan runtut dan penuh semangat, sehingga para peserta mudah mengikuti dan langsung terbawa dalam alur pembahasan.
Buku The Great Success menggambarkan perjalanan seseorang menuju keberhasilan melalui pembentukan karakter, pola pikir, dan strategi hidup yang terarah. Penulis menegaskan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan lahir dari kerja keras, disiplin, visi yang jelas, dan kemampuan menghadapi tantangan. Nilai seperti ketekunan, kejujuran, dan keberanian mengambil langkah menjadi penekanan penting dalam buku ini.
Diskusi semakin hidup ketika pemateri mengaitkan konsep-konsep tersebut dengan realitas generasi masa kini. Ia menyampaikan bahwa prinsip-prinsip dalam buku ini sangat relevan menghadapi perubahan zaman, tekanan pekerjaan, hingga proses menemukan jati diri. Mentalitas yang adaptif dan visioner disebut sebagai kunci untuk tetap bertahan dan berkembang.
Suasana semakin interaktif pada sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang diajukan peserta berkaitan dengan tokoh favorit pemateri dalam cerita. Pemateri menjawab dengan antusias, menjelaskan bagaimana tokoh tersebut memberikan inspirasi melalui keteguhan, perjalanan hidup, dan nilai perjuangannya.
Kegiatan ini menjadi momen refleksi bersama bahwa meraih kesuksesan bukan hanya soal mimpi besar, tetapi juga tentang karakter yang kuat, nilai yang kokoh, dan kemauan untuk terus tumbuh dan belajar.
DIUNGGAH PADA 7 DESEMBER 2025
EDISI DESEMBER 2025
BIDANG 4 BEM FKG UH
Pada 14–21 November 2025, BEM FKG Unhas melalui Bidang IV kembali menyelenggarakan kegiatan Dental Cup (DENCUP). Program kerja ini merupakan ajang kompetisi olahraga dan seni yang diikuti oleh ivitas akademika dan dosen FKG UNHAS, residen FKG UNHAS, Dewan Mahasiswa Profesi FKG UNHAS, serta Keluarga Mahasiswa FKG UNHAS.
DENCUP menghadirkan berbagai cabang lomba, mulai dari Mobile Legend, PES, minisoccer, catur, tenis meja, badminton, domino, tenis lapangan, melukis, menyanyi, hingga basket. Beragamnya cabang yang dipertandingkan memungkinkan setiap peserta menunjukkan minat dan bakat mereka, baik di bidang olahraga maupun seni.
Sepanjang pelaksanaan, antusiasme peserta terlihat dari semangat kompetitif dan kebersamaan yang terbangun. Setiap pertandingan tidak hanya menjadi wadah untuk unjuk kemampuan, tetapi juga mempererat kekeluargaan secara menyeluruh di lingkup FKG UNHAS.
Pada akhir rangkaian kegiatan, Prostodonsia berhasil keluar sebagai juara umum setelah mencatatkan kemenangan terbanyak di berbagai cabang lomba.
Pelaksanaan DENCUP tahun ini menjadi momentum positif dalam memperkuat hubungan, sportivitas, dan solidaritas di lingkungan FKG UNHAS.
DIUNGGAH PADA 7 DESEMBER 2025
EDISI NOVEMBER 2025
BIDANG 3 BEM FKG UH
Dentaspire: Dental Student Aspire to Entrepreneurship adalah program BEM FKG Universitas Hasanuddin yang bertujuan menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan mahasiswa kedokteran gigi dengan tema “From Ideas to Impact: Transforming Creativity into Opportunity.”
Program ini terdiri dari workshop pengembangan usaha dan talkshow inspiratif bersama alumni dokter gigi serta pelaku bisnis. Workshop menghadirkan mitra kreatif yang memulai usaha kecil berbasis kerajinan manik-manik, mengajarkan proses produksi, pengelolaan modal kecil, hingga strategi pemasaran.
Talkshow menghadirkan dua pemateri yang berbagi pengalaman membangun bisnis dari hobi, manajemen waktu, serta cara menghadapi tantangan awal. Acara berlangsung pada Minggu, 9 November 2025 di Ruang Molar FKG Unhas dan diikuti dengan antusias oleh mahasiswa.
Melalui Dentaspire, peserta diharapkan mampu melihat potensi usaha di sekitar mereka, berani memulai langkah pertama, dan memahami bagaimana mengubah ide menjadi peluang nyata.
DIUNGGAH PADA 7 DESEMBER 2025
EDISI DESEMBER 2025
Mahasiswa merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mereka bukan hanya penerus kepemimpinan, tetapi juga agen perubahan dengan kekuatan moral dan intelektual untuk mendorong kemajuan. Di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, mahasiswa dituntut memiliki wawasan luas, semangat tinggi, dan kemampuan adaptif. Dalam konteks ini, HARMONI (Harapan Mahasiswa Raih Momentum Nasional Inspiratif) hadir sebagai gagasan yang menekankan kolaborasi, idealisme, dan peran aktif mahasiswa dalam menciptakan perubahan positif.
Sejarah membuktikan bahwa mahasiswa selalu menjadi pelopor perubahan, mulai dari Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi 1945, hingga Reformasi 1998, dan masih banyak lagi. Menurut Soerjono Soekanto (2006), mahasiswa sebagai kelompok sosial terdidik memiliki potensi besar memengaruhi struktur sosial melalui ide-ide kritis dan gerakan nyata. Karena itu, peran mahasiswa tidak boleh berhenti pada ranah akademik, tetapi harus meluas dalam menyelesaikan persoalan sosial dan menjadi bagian dari solusi bangsa.
HARMONI mencerminkan semangat mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman: “Harapan” sebagai simbol masa depan bangsa, “Raih Momentum” sebagai ajakan memanfaatkan momen nasional, “Nasional” sebagai dasar semangat kebangsaan, dan “Inspiratif” sebagai tujuan akhir perjuangan. Melalui semangat ini, mahasiswa dapat menjadi penghubung rakyat dan pemerintah serta penggerak perubahan nyata.
Pada akhirnya, HARMONI mengingatkan bahwa perubahan lahir dari keberanian untuk bertindak. Mahasiswa harus mampu menjadikan setiap momentum sebagai kesempatan untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Dengan semangat kritis, kolaboratif, dan inspiratif, mereka bukan hanya penerus masa depan, tetapi juga penggerak utama perubahan Indonesia hari ini.
REFERENSI:
Soekanto, S. (2006). Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Kartono, K. (2007). Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta: Rajawali Pers.
Darmaningtyas. (2004). Pendidikan yang Memiskinkan. Yogyakarta: Galang Press.
DIUNGGAH PADA 7 DESEMBER 2025
EDISI DESEMBER 2025
BIDANG 3 BEM FKG UH
Pada Jumat 31 Oktober 2025, diadakan kembali kegiatan Readers Week. Kegiatan ini mengumpulkan para pembaca untuk memberikan perspektif mengenai buku yang dipinjam pada bulan tersebut.
Readers Week bulan ini mengumpulkan empat peminjam buku. Buku yang didiskusikan berjudul ‘Rindu’ karya Tere Liye, ‘Jika Kita Tidak Pernah Jadi Apa-apa’ karya Alvi Syahrin, ‘The Book about Getting Older’ karya Dr Lucy Pollock, dan ‘Bicara itu Ada Seninya’ karya Oh Su Hyang. Keempat buku tersebut memiliki nilai-nilai yang bermanfaat bagi kehidupan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi, para pembaca dapat berdiskusi lebih lanjut satu sama lain mengenai buku yang mereka baca. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan akan menumbuhkan minat membaca antar individu melalui diskusi yang interaktif.
DIUNGGAH PADA 14 NOVEMBER 2025
EDISI NOVEMBER 2025
BIDANG 3 BEM FKG UH
Bedah Buku Kecil kali ini membahas buku “Dari Gerakan ke Negara: Sebuah Rekonstruksi Negara Madinah yang Dibangun dari Bahan Dasar Sebuah Gerakan” karya M. Anis Matta. Acara berlangsung dalam suasana yang cukup hangat dan penuh semangat. Sejak awal, pemateri menyampaikan pemaparannya dengan runtut dan jelas, sehingga para peserta langsung terbawa dalam alur pembahasan.
Buku ini menguraikan bagaimana sebuah gerakan dapat tumbuh menjadi sebuah negara yang kuat. Dengan mencontoh pada pembentukan Negara Madinah oleh Nabi Muhammad SAW, penulis menjelaskan bahwa perubahan sosial dan politik tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang berakar pada nilai, visi, dan strategi yang matang. Kepemimpinan yang kokoh menjadi kunci agar gerakan tersebut mampu melahirkan peradaban yang adil dan berkelanjutan.
Suasana diskusi semakin hidup ketika pembahasan mengarah pada relevansi konsep dalam buku ini terhadap ideologi Indonesia masa kini. Pemateri menjelaskan bahwa nilai-nilai yang dibangun dalam konsep Negara Madinah seperti keadilan, musyawarah, dan tanggung jawab sosial sejatinya selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Tantangan utama, menurut beliau, terletak pada bagaimana generasi muda dapat mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam konteks kebangsaan saat ini. Ia menegaskan bahwa bangsa ini membutuhkan gerakan moral yang tidak hanya idealis, tetapi juga realistis dan mampu menyesuaikan diri dengan dinamika zaman.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama tentang bagaimana sebuah gerakan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya peradaban. Melalui bedah buku ini, para peserta diajak untuk memahami bahwa membangun negara tidak cukup hanya dengan membentuk struktur politik semata, melainkan harus berangkat dari gerakan nilai yang kokoh, berprinsip, dan mampu menuntun arah perubahan secara berkelanjutan.
DIUNGGAH PADA 7 NOVEMBER 2025
EDISI NOVEMBER 2025
BIDANG 1 BEM FKG UH
Makassar, 23 Oktober 2025 – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin kembali menyelenggarakan Kajian Islam Rutin sebagai bagian dari program pembinaan ruhiyah mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperdalam ilmu agama, memperkuat karakter islami, serta menumbuhkan adab dan etika dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan kali ini, Kajian Islam Rutin menghadirkan Ustadz Abdul Karim, S.Stat. sebagai pembicara dengan tema “Berani Bersuara, Tanpa Hilang Adab!” Tema ini diangkat untuk mengingatkan pentingnya menyampaikan pendapat dan aspirasi dengan tetap menjunjung tinggi nilai kesopanan serta etika dalam berbicara, sesuai tuntunan Islam. Acara akan dilaksanakan pada Kamis, 23 Oktober 2025 pukul 16.00 WITA hingga selesai, bertempat di Masjid An-Nahl, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin.
Dengan berlandaskan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Sesungguhnya seseorang dapat mengucapkan satu kalimat yang diridhai oleh Allah, tanpa ia sadari, dan dengan itu Allah meninggikannya beberapa derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
BEM FKG Unhas berharap melalui kajian ini, mahasiswa dapat lebih bijak dalam berpendapat, menjaga adab dalam komunikasi, serta senantiasa meneladani akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam setiap ucapan dan tindakan.
DIUNGGAH PADA 14 NOVEMBER 2025
EDISI NOVEMBER 2025
BIDANG 1 BEM FKG UH
Latihan Dasar II FKG UH adalah pelatihan yang berkesinambungan dengan Latihan Dasar I sebagai bentuk Follow Up dari tahapan Sosialisasi Almamater FKG UH, yang dibawahi langsung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa FKG UH. Tahapan ini bermaksud untuk mengarahkan dan membimbing mahasiswa baru dalam beradaptasi dengan lingkungan kampus, menumbuhkan semangat bermahasiswa, agar terwujudnya hubungan yang harmonis antara KM FKG UNHAS dan mahasiswa baru, serta melakukan identifikasi potensi kader dengan melihat keaktifan peserta selama proses Latihan Dasar II.
Latihan Dasar II tahun ini mengusung tema "Adaptasi Nalar Kritis Wujudkan Transformasi Berlembaga" sebagai bentuk doa dan harapan kepada mahasiswa baru agar bisa menjadi pribadi yang memiliki nalar kritis untuk menciptakan sebuah perubahan yang lebih baik. Kegiatan ini berlangsung 4 hari yang dimana kegiatan hari pertama berupa pembukaan yang dilaksanakan pada Jumat, 24 Oktober 2025, pelaksanaan forum hari pertama pada Sabtu, 25 Oktober 2025, forum hari kedua pada Minggu, 26 Oktober 2025, dan forum hati ketiga sekaligus penutupan pada Sabtu, 1 Nobember 2025.
DIUNGGAH PADA 14 NOVEMBER 2025
EDISI NOVEMBER 2025
BIDANG 2 BEM FKG UH
Discussion and Insight: Alumni and Learners on Growth (DIALOG) merupakan program kerja baru BEM Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin yang bertujuan memberikan wawasan karier sejak dini kepada mahasiswa preklinik. Kegiatan ini dirancang untuk membuka perspektif bahwa profesi dokter gigi memiliki peluang yang sangat luas, tidak hanya terbatas pada ranah klinis, tetapi juga penelitian, bisnis, dan pengembangan diri.
DIALOG 2025 dilaksanakan dalam satu rangkaian kegiatan utama yang berisi pemaparan materi dari dua pemateri, sesi diskusi interaktif, serta pembuatan mindmap sebagai refleksi pribadi mahasiswa mengenai masa depan karier mereka. Forum materi DIALOG 2025 dilaksanakan pada Minggu, 18 Oktober 2025, bertempat di Ruang Molar FKG UH. Pada kegiatan ini dihadirkan dua pemateri, yaitu drg. Nisrina Ekayani Nasrun, Ph.D. yang berbagi mengenai perjalanan sebagai dokter gigi peneliti, serta drg. Fransiske Tatengkeng yang membawakan materi mengenai pengembangan karier klinis dan kewirausahaan. Selain sesi materi, peserta juga mengikuti kegiatan pembuatan Mindmap: “Saya sebagai Dokter Gigi di Masa Depan” untuk membantu mahasiswa memetakan tujuan dan langkah karier mereka sejak fase preklinik.
Kegiatan DIALOG 2025 didaftari oleh kurang lebih 120 peserta dan berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh antusiasme. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman mengenai pilihan karier di dunia kedokteran gigi, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengembangan diri, serta memperkuat kemampuan berpikir kritis dan membangun jejaring profesional.
DIUNGGAH PADA 14 NOVEMBER 2025
EDISI NOVEMBER 2025
BIDANG 3 BEM FKG UH
Pada Jumat, 26 September 2025 telah dilaksanakan Readers Week edisi Bulan September. Readers Week bulan ini menghadirkan empat pembaca buku. Empat buku yang dibahas diantaranya berjudul “Nais Tu Mit Yu” karya Dina Mardiana, “The Alpha Girl’s Guide” karya Henry Manampiring, “Tentang Kamu” karya Tere Liye, dan “The Diary of Time” karya Stanley Meulen. Kegiatan ini diakukan dengan para pembaca membagikan opini mereka terhadap buku yang telah mereka baca.
Buku “Nais Tu Mit Yu” secara singkat bercerita dari sudut pandang Aira yang pada suatu saat menyatakan perasaannya kepada seorang lelaki bernama Mozart, dan setelah itu berlanjut hingga Mozart memberikan jawabannya kepada Aira. Selanjutnya, buku “The Alpha Girl’s Guide” merupakan panduan bagi para perempuan untuk menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, dan mandiri tanpa menghilangkan sisi feminim mereka. Buku “Tentang Kamu” merupakan sebuah novel yang awal ceritanya bermula dengan seseorang bernama Zaman Zulkarnaen, yang merupakan seorang pengacara yang sepanjang novel ini mengungkap kisah dari seorang perempuan bernama Sri Ningsih. Terakhir, buku “The Diary of Time” menggambarkan perjalanan dalam memahami arti waktu melalui catatan harian, filosofi, dan pengalaman hidup.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi melalui tanya jawab. Beberapa poin yang tidak terbahas pada sesi sebelumnya disebutkan pada sesi ini. Semua buku yang dibahas memiliki pembelajaran dan pesan moral yang unik serta bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, sehingga pada akhirnya diharapkan minat membaca akan meningkat di kemudian hari.
DIUNGGAH PADA 9 OKTOBER 2025
EDISI OKTOBER 2025
BIDANG 1 BEM FKG UH
Makassar, 25 September 2025 – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin kembali menyelenggarakan Kajian Islam Rutin sebagai bagian dari program pembinaan ruhiyah mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana menambah ilmu agama, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan rasa syukur di tengah derasnya arus budaya modern.
Pada kesempatan kali ini, Kajian Islam Rutin menghadirkan Ustadz Alkarim, S.Stat sebagai pembicara dengan mengangkat tema “Hidup Tenang Tanpa FOMO: Menemukan Syukur dan Rasa Cukup di Era Budaya Pamer Sosial Media.” Tema ini dipilih sebagai bentuk respon terhadap fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang semakin marak di kalangan generasi muda, sehingga penting untuk menghadirkan perspektif Islam dalam menyikapinya.
Acara akan dilaksanakan pada Kamis, 25 September 2025 pukul 16.00 WITA hingga selesai, bertempat di Masjid Al-Aafiah Fakultas Kedokteran. Dengan mengusung hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah menjadikannya paham dalam agama” (HR. Bukhari dan Muslim), BEM FKG Unhas berharap kajian ini dapat memberi manfaat, menguatkan nilai spiritual, serta menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
DIUNGGAH PADA 9 OKTOBER2025
EDISI OKTOBER 2025
BIDANG 3 BEM FKG UH
Bedah Buku Kecil edisi kali ini menghadirkan buku “Menjadi Aktivis Kampus Zaman Now” karya Ubedilah Badrun. Acara berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh semangat. Sejak awal, pemateri menyampaikan pemaparannya dengan begitu jelas dan mengalir, sehingga para peserta langsung terbawa dalam pembahasan. Tidak hanya itu, interaksi antara pemateri dan peserta pun hidup, pertanyaan demi pertanyaan bermunculan, menandakan antusiasme yang tinggi dari para pendengar.
Buku ini mengajak pembaca untuk merefleksikan kembali peran mahasiswa di era sekarang. Pemateri menegaskan bahwa aktivisme kampus bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan sebuah proses berkesinambungan untuk menjaga idealisme, menyuarakan kepentingan publik, dan membentuk kepemimpinan yang kritis serta solutif. Perubahan hanya bisa terwujud jika diperjuangkan secara konsisten, bukan sesaat, ujar pemateri yang disambut dengan anggukan setuju dari para peserta.
Diskusi terasa semakin menarik ketika peserta mengaitkan isi buku dengan pengalaman nyata di kampus. Pemateri pun menanggapi setiap pertanyaan dengan tenang dan jelas, bahkan menambahkan sudut pandang baru yang membuat pembahasan semakin mendalam. Suasana kaku, justru penuh energi dan saling melengkapi.
Melalui kegatan ini, kita diingatkan bahwa menjadi aktivis di zaman now bukan berarti kehilangan jati diri, melainkan menjaga nilai perjuangan di tengah arus perubahan. Peran mahasiswa akan selalu relevan dalam membawa gagasan, keberanian, dan langkah nyata menuju perubahan.
DIUNGGAH PADA 9 OKTOBER 2025
EDISI OKTOBER 2025
BIDANG 1 BEM FKG UH
Sosialisasi Almamater FKG UH atau Latihan Dasar 1 Tahun 2025 merupakan tahapan pengenalan lingkungan kampus dalam Fakultas Kedokteran Gigi Unhas yang dibawahi langsung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa FKG UH, tahapan ini bermaksud untuk memperkenalkan mahasiswa baru terhadap lingkungan kampus serta dunia perkuliahan dan bertujuan untuk dapat membiasakan para mahasiswa baru dalam menghadapi dunia perkuliahan ke depannya. Dalam Sosialisasi Almamater pula ditanamkan sifat-sifat yang akan membentuk mahasiswa baru menjadi pribadi yang lebih disiplin dan bertanggung jawab, seperti ketepatan dan manajemen waktu, kerapian dan tata krama, serta pemikiran yang kritis dan sistematis.
Sosialisasi Almamater pada tahun ini mengusung tema “Penguatan Nalar Kritis dan Kolektivitas Kader untuk Transformasi Berlembaga” sebagai bentuk doa dan harapan kepada mahasiswa baru agar bisa menjadi pribadi yang memiliki nalar kritis serta dapat bekerja sama untuk menciptakan sebuah perubahan yang baik, kegiatan ini berlangsung selama 4 hari kegiatan yang dimana kegiatan hari pertama berupa pembukaan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 19 September 2025 dan kegiatan forum pada Hari Minggu, 21 September 2025, Sabtu, 27 September 2025, dan juga pada hari Minggu, 28 September 2025.
Pembukaan dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Irfan Sugianto, drg. M.Med.Ed., Ph.D., Sp.RKG, Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan Acing Habibie Mude, drg., Ph.D Sp.Pros., Subsp.OGST(K)., Wakil Dekan bidang Perencanaan dan Sumber Daya Dr. Juni Jekti Nugroho, drg. Sp.KG., Subsp.KE (K)., Kepala Subbagian Akademik Arifuddin Hardiyansyah, S.Sos. Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa FKG UH Muh. Wildan Aulia serta Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Muh Aswat, Pada pembukaan ini terdapat beberapa rangkaian berupa sambutan langsung dari Dekan Fakuktas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, Ketua BEM FKG UH, Ketua MAPERWA FKG UH, serta pengenalan nama angkatan mahasiswa baru 2025 dan pembukaan secara resmi oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas.
DIUNGGAH PADA 9 OKTOBER 2025
EDISI OKTOBER 2025
BIDANG 1 BEM FKG UH
Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) merupakan program pelatihan yang bertujuan membekali Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (KM FKG UH) dengan keterampilan dasar dalam bidang manajemen dan kepemimpinan. Kegiatan ini juga bertujuan memberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar kepemimpinan dan manajemen mahasiswa.
LKMM-TD dilaksanakan melalui tiga tahapan kegiatan, yaitu tahap pendaftaran, dilanjutkan dengan screening sebagai proses seleksi peserta, dan diakhiri dengan pelaksanaan forum yang berisi pemberian materi serta diskusi interaktif.
Forum materi LKMM-TD dilaksanakan pada Rabu, 10 September 2025 hingga Minggu, 14 September 2025, bertempat di Ruangan Premolar FKG UH. Dalam kegiatan ini disampaikan sembilan materi utama dan dilaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk memperdalam pemahaman peserta. Forum LKMM-TD tahun ini diikuti oleh 66 peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap peran dan fungsinya, menumbuhkan semangat intelektualitas dan kreativitas, serta mengembangkan potensi dan jiwa keorganisasian dalam menjalankan aktivitas akademik.
DIUNGGAH PADA 9 OKTOBER 2025
EDISI OKTOBER 2025
BIDANG 3 BEM FKG UNHAS
Readers Week bulan ini membahas mengenai empat buku, diantaranya adalah "Menjadi Wanita Kekasih Allah", "Blink: Kemampuan Berpikir tanpa Berpikir", "Bicara itu Ada Seninya", dan "Seni Mempertawakan Beban Hidup". Kegiatan ini menghadirkan diskusi yang interaktif dan membuka wawasan baru mengenai setiap bukunya.
Readers Week ini dilakukan dengan para peminjam buku membagikan perspektif atau pandangan mereka terhadap buku yang mereka baca. Pada "Blink: Kemampuan Berpikir tanpa Berpikir", disebutkan mengenal potensi manusia dalam mengambil keputusan berdasarkan intuisinya. Lalu, pada buku "Bicara itu Ada Seninya" membahas mengenai pentingnya meningkatkan keterampilan dalam berbicara. Pada buku "Menjadi Wanita Kekasih Allah membahas kodrat dan kemulisan wanita menurut Al-Qur'an dan Hadits. Terakhir, pada buku "Seni Menertawakan Beban Hidup mengajarkan cara mengatasi beban hidup dengan cara yang lebih ringan, yaitu dengan humor.
Setiap buku memiliki poin-poin dan pembelajaran yang berbeda tetapi bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Dengan kegiatan ini, diharapkan agar minat membaca semakin meningkat kedepannya. Selain itu, mendorong kemampuan berpikir kritis dalam menilai buku.
DIUNGGAH PADA 12 SEPTEMBER 2025
EDISI SEPTEMBER 2025
BIDANG 1 BEM FKG UNHAS
Training of Trainer (ToT) merupakan program pelatihan bagi KM FKG UH yang telah lulus LK 2/sederajat dan diproyeksikan menjadi instruktur atau pemateri dalam proses kaderisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas instruktur dan pemateri yang akan terlibat dalam rangkaian kaderisasi. ToT ini diharapkan membekali peserta dengan keahlian mentransformasikan pengetahuan yang dimiliki. pemantapan landasan epistemologis, serta kemampuan mengelola forum diskusi secara efektif dan efisien sehingga tujuan-tujuan pelatihan tercapai.
Pelaksanaan program Training of Trainer terdiri atas dua bentuk kegiatan, yaitu pemberian materi dalam kelas besar dan diskusi melalui kelas kecil.
Pada hari Rabu, 20 Agustus 2025, telah dilaksanakan rangkaian kelas besar bertempat di Ruang Premolar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin pada pukul 15.30-18.00 WITA, Kegiatan ini menghadirkan dua materi, yaitu Manajemen dan Psikologi Forum yang dibawakan oleh A. Muh Washiel Amanda, S.KG., serta Falsafah Pangaderan yang disampaikan oleh M. Zulkarnain, S.KG.
Selanjutnya, pada tanggal 21-25 Agustus 2025 dilaksanakan rangkaian kelas kecil yang kemudian ditutup dengan kegiatan pleno, bertempat di Sekretariat BEM FKG UH.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas instruktur dan pemateri dalam rangkaian kaderisasi dapat meningkat, dengan bekal teori serta teknik yang efektif dan splikatif.
DIUNGGAH PADA 12 SEPTEMBER 2025
EDISI SEPTEMBER 2025
BIDANG 1 BEM FKG UNHAS
Workshop Penulisan Karya Tulis Ilmiah merupakan program yang diselenggarakan oleh BEM FKG Universitas Hasanuddin sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa dalam bidang penulisan ilmiah. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis, sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam melaksanakan Tridharma.
Workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai prinsip dasar penulisan karya ilmiah, mulai dari penyusunan argumentasi logis, penggunaan metodologi penelitian yang tepat, hingga penerapan kaidah penulisan sesuai standar akademik. Melalui kegiatan ini, peserta dapat membangun kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai tugas akademik seperti makalah, laporan penelitian, hingga skripsi.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 31 Agustus 2025 bertempat di Ruang Molar FKG Unhas dengan penuh antusiasme. Melalui workshop ini, diharapkan Keluarga Mahasiswa FKG UH mampu menghasilkan karya tulis yang berkualitas serta memperluas peluang berpartisipasi dalam kompetisi ilmiah di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
DIUNGGAH PADA 12 SEPTEMBER 2025
EDISI SEPTEMBER 2025
BIDANG 3 BEM FKG UNHAS
Mental Insight and Dialogue (MIND) 2025 merupakan rangkaian talkshow dan workshop art therapy yang dirancang sebagai ruang aman bagi Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu peserta mengenali, memahami, serta merespons sisi emosional diri secara sehat.
Melalui pendekatan edukatif dan ekspresif, MIND 2025 mendorong peserta untuk lebih terbuka terhadap perasaan yang selama ini mungkin terabaikan atau sulit diungkapkan secara verbal. Diharapkan, sikap peduli terhadap kesehatan mental dan kemampuan mengelola emosi yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun perjalanan akademik mahasiswa.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 24 Agustus 2025 bertempat di Ruang Molar FKG Unhas dengan penuh antusiasme dan semangat kebersamaan.
DIUNGGAH PADA 12 SEPTEMBER 2025
EDISI SEPTEMBER 2025
Penulis: Ikbal Muarif - Sekretaris Umum BEM FKG UH
Sejak lama, mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual yang memiliki daya kritis tinggi dan posisi strategis dalam mendorong perubahan sosial. Mereka tidak hanya menjalankan peran akademik di ruang kelas, tetapi juga mengemban tanggung jawab sosial untuk merespons problematika masyarakat. Dalam sejarah Indonesia, gerakan mahasiswa telah berkali-kali menjadi penggerak reformasi sosial dan politik. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak bisa dipandang sebagai entitas pasif, melainkan subjek aktif yang menentukan arah bangsa. Kemampuan mereka dalam menyerap pengetahuan sekaligus mengartikulasikan aspirasi menjadikan mahasiswa sebagai salah satu pilar demokrasi. Peran tersebut bukanlah sekadar romantisme sejarah, melainkan kenyataan yang terus berlangsung hingga kini. Oleh karena itu, pembahasan tentang mahasiswa sebagai katalisator sosial masih sangat relevan dalam konteks saat ini.
Konsep katalisator sosial yang disematkan pada mahasiswa berarti bahwa mereka memiliki kapasitas untuk mempercepat terjadinya perubahan dalam masyarakat tanpa harus mendominasi atau menguasai. Seperti katalis dalam reaksi kimia, kehadiran mahasiswa mempercepat kesadaran kolektif melalui pemikiran kritis, inovasi, dan advokasi berbasis ilmu pengetahuan. Kampus sebagai pusat pengembangan ilmu tidak hanya melahirkan individu berkompetensi akademik, tetapi juga menumbuhkan generasi yang peka terhadap realitas sosial. Di sinilah mahasiswa memperoleh bekal teoretis dan keterampilan praktis untuk menganalisis problem yang ada. Melalui diskusi, penelitian, dan pengabdian masyarakat, mahasiswa dilatih untuk menghubungkan ilmu dengan realitas kehidupan. Dengan demikian, posisi mereka tidak hanya sekadar pembelajar, tetapi juga motor intelektual yang menggerakkan transformasi.
Peran mahasiswa sebagai katalisator sosial terlihat nyata melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sering dilakukan baik secara individu maupun organisasi. Program-program seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), bakti sosial, maupun penyuluhan kesehatan menjadi wadah untuk menjembatani ilmu yang mereka pelajari dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menguntungkan masyarakat yang dibantu, tetapi juga membentuk kepekaan sosial mahasiswa. Melalui interaksi langsung, mahasiswa belajar memahami kondisi struktural seperti kemiskinan, keterbatasan pendidikan, hingga masalah kesehatan. Dari pengalaman tersebut, mereka terdorong untuk merumuskan solusi yang aplikatif dan inovatif. Proses ini menjadikan mahasiswa tidak hanya agen yang membawa ilmu, tetapi juga penghubung antara teori dan praktik di masyarakat.
Selain melalui pengabdian, mahasiswa juga berperan penting dalam memproduksi pengetahuan baru yang dapat mendorong perubahan. Penelitian dan publikasi mahasiswa, meski sering dianggap sederhana, sebenarnya menjadi kontribusi signifikan dalam menyajikan data empiris. Misalnya, penelitian kesehatan masyarakat oleh mahasiswa kedokteran gigi dapat menjadi dasar program promotif-preventif di desa. Begitu juga penelitian sosial mahasiswa humaniora yang mampu memotret dinamika kemiskinan atau konflik sosial di daerah tertentu. Semua itu menegaskan bahwa mahasiswa bukan hanya penerima ilmu, melainkan produsen gagasan yang berpotensi mengubah kebijakan publik. Keberanian mahasiswa dalam menyampaikan temuan dan pandangan kritisnya merupakan modal sosial yang sangat berharga. Dengan cara ini, kampus berfungsi sebagai laboratorium sosial untuk menghasilkan solusi konkret.
Transformasi sosial yang dibawa mahasiswa tidak jarang diwujudkan melalui gerakan advokasi dan suara kritis terhadap kebijakan. Mahasiswa seringkali tampil sebagai pihak yang mengingatkan pemerintah terhadap penyimpangan, sekaligus menawarkan alternatif solusi. Hal ini tampak dari keterlibatan mahasiswa dalam isu-isu seperti lingkungan, pendidikan, hingga kesehatan. Kehadiran mereka di ruang publik memberikan tekanan moral sekaligus legitimasi intelektual bagi agenda perubahan. Fungsi advokatif ini merupakan manifestasi dari peran moral mahasiswa sebagai penjaga nurani bangsa. Di tengah tantangan pragmatisme politik, mahasiswa diharapkan tetap konsisten memegang idealisme. Dengan sikap kritis, mahasiswa berperan mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan negara.
Namun demikian, peran mahasiswa sebagai katalisator sosial tidak lepas dari tantangan yang cukup besar. Arus digitalisasi yang masif seringkali membuat mahasiswa terjebak dalam informasi instan yang kurang mendalam. Di sisi lain, tekanan akademik juga berpotensi mengurangi partisipasi mahasiswa dalam isu sosial. Tidak jarang mahasiswa dianggap kehilangan daya kritis karena lebih sibuk mengejar prestasi akademik formal. Tantangan lainnya adalah kecenderungan apatisme yang tumbuh di sebagian kalangan mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa upaya membangun kesadaran kritis harus dilakukan secara terus menerus. Kampus, organisasi mahasiswa, dan masyarakat perlu bersinergi untuk menjaga idealisme tersebut tetap hidup.
Katalisator sosial juga berarti mahasiswa berperan mempercepat integrasi nilai-nilai baru ke dalam masyarakat. Dalam era globalisasi, mahasiswa membawa wacana keadilan sosial, kesetaraan gender, hak asasi manusia, serta keberlanjutan lingkungan ke ruang-ruang diskusi publik. Melalui media sosial, mahasiswa kini memiliki ruang lebih luas untuk menyuarakan pandangan dan mengorganisir gerakan. Peran digital activism ini memperlihatkan bagaimana mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi untuk memperkuat advokasi. Meski demikian, peran digital ini tetap perlu diimbangi dengan keterlibatan nyata di lapangan agar tidak berhenti pada wacana semata. Dengan kata lain, mahasiswa harus mampu menjembatani dunia maya dengan realitas sosial masyarakat. Perpaduan antara aktivisme digital dan aksi nyata menjadi kunci efektivitas peran katalisator sosial.
Mahasiswa merupakan katalisator yang mempercepat proses transformasi sosial dengan cara menghubungkan ilmu pengetahuan dengan realitas masyarakat. Peran ini tercermin dalam pengabdian, penelitian, advokasi, serta aktivisme yang mereka lakukan. Meski menghadapi tantangan globalisasi dan arus pragmatisme, mahasiswa tetap memegang posisi strategis sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa. Untuk itu, mahasiswa perlu terus memperkuat kapasitas akademik sekaligus memperdalam kepekaan sosial. Dukungan dari institusi pendidikan tinggi, organisasi, dan kebijakan publik juga sangat dibutuhkan agar mahasiswa dapat berperan optimal. Dengan demikian, mahasiswa benar-benar hadir sebagai katalisator transformasi sosial yang menghubungkan kampus dengan masyarakat. Peran ini tidak hanya penting untuk sekarang, tetapi juga menjadi fondasi bagi pembangunan bangsa di masa depan.
Referensi :
Nurhalimah E, Mulyani A. Mahasiswa sebagai agen perubahan: Analisis peran dan tantangan di era modern. Maslahah [Internet]. 2022 Oct 15 [cited 2025 Aug 26];3(2):45-9. Available from: https://jurnal.padhaku.ac.id/index.php/maslahah/article/view/251
Muna C. Eksistensi peran mahasiswa dalam pengabdian masyarakat. Eastasouth J Impactive Community Serv. 2022;1(01):32-50.
Al Ikhsan SH, Irfan M, Janah M. Pemberdayaan masyarakat desa melalui metode kerjasama dengan akademisi program kuliah kerja nyata. Abdi Dosen: J Pengabdi Pada Masyarakat. 2019;3(4):348-57.
Hijran M, Oktariani D, Rahmani Z. Peran mahasiswa sebagai generasi muda dalam menghadapi era Society 5.0. J Kewarganegaraan. 2022;6(4):6763-74.
DIUNGGAH PADA 4 SEPTEMBER 2025
EDISI SEPTEMBER 2025
BIDANG 3 BEM FKG UH
Bedah Buku Kecil edisi kali ini menghadirkan pembahasan buku “Kewirausahaan: Bertindak Kreatif dan Inovatif”. Buku ini bukan sekadar panduan berdagang, tetapi ajakan untuk memahami bahwa wirausaha adalah proses mencipta, berinovasi, sekaligus berani mengambil risiko demi memberi nilai tambah bagi banyak orang.
Di dalamnya, kita menemukan enam hakikat kewirausahaan, nilai, kemampuan mencipta, proses kreatif dan inovatif, peluang, nilai tambah, serta keberanian menghadapi risiko, yang menjadi fondasi seorang wirausaha sejati. Tidak hanya itu, buku ini juga membahas kompetensi penting yang harus dimiliki, mulai dari managerial skill, conceptual skill, decision making skill, hingga time management skill yang disajikan sebagai bekal nyata dalam menjalankan usaha.
Lewat pembahasan ini, kita semakin paham bahwa wirausaha bukan sekadar mencari keuntungan, melainkan menggerakkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Melalui kegiatan Bedah Buku Kecil ini, kita belajar bahwa wirausaha sejati adalah mereka yang berpikir kritis, berinovasi, menjaga etika, dan tetap teguh pada nilai-nilai yang diyakini, sekaligus menumbuhkan keberanian untuk mengambil langkah nyata dalam berkarya dan berkontribusi.
DIUNGGAH PADA 4 SEPTEMBER 2025
EDISI SEPTEMBER 2025
BIDANG 1 BEM FKG UH
Pada Rabu, 27 Agustus 2025, BEM Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Kajian Islam Rutin bersama Ustadz Muhammad Habibullah, S.Si. bertempat di Masjid Al-Aafiah FKG UH. Mengangkat tema “Merantau sebagai perjalanan mencari ilmu, menjaga kesehatan mental, dan memperkuat iman” dengan judul “Belajar Mandiri, Sehat Mental, dan Tegar dengan Iman di Tempat Rantau,” kajian ini menghadirkan refleksi mendalam tentang kehidupan mahasiswa perantau.
Dalam penyampaiannya, pemateri menegaskan bahwa merantau bukan hanya soal menimba ilmu, tetapi juga melatih kemandirian, keteguhan hati, dan kesehatan jiwa. Tantangan terbesar bukan semata akademik, melainkan juga tekanan mental dan spiritual yang sering dialami mahasiswa jauh dari keluarga. Di sinilah iman menjadi sandaran utama, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Akan datang suatu masa pada manusia, orang yang sabar dalam berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api” (HR. at-Tirmidzi).
Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan semangat diskusi yang hangat antara peserta dan pemateri. Interaksi tersebut memperkaya pemahaman dan meninggalkan pesan mendalam bahwa merantau sejatinya adalah perjalanan melatih diri untuk mandiri, menjaga kesehatan mental, serta tetap tegar dengan iman sebagai pegangan hidup seorang muslim.
DIUNGGAH PADA 4 SEPTEMBER 2025
EDISI SEPTEMBER 2025
BIDANG 2 BEM FKG UH
Makassar, Publik kembali digegerkan setelah muncul video anggota DPR yang terlihat berjoget dalam sebuah acara, sementara rakyat masih berjuang menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok dan tingkat pengangguran yang tinggi. Isu gaya hidup mewah para pejabat publik pun kembali menjadi sorotan, khususnya terkait gaji dan tunjangan fantastis anggota DPR. Berdasarkan laporan resmi, gaji pokok anggota DPR sebesar Rp4,2 juta per bulan, Ketua DPR menerima Rp5,04 juta, dan Wakil Ketua sekitar Rp4,62 juta. Di luar gaji pokok, mereka juga memperoleh tunjangan jabatan, tunjangan kesejahteraan, tunjangan transportasi, biaya telepon, serta berbagai fasilitas lain, sehingga total penghasilan bisa menembus Rp70–100 juta per bulan.
Angka ini sangat kontras bila dibandingkan dengan rata-rata upah minimum (UMR/UMP) tahun 2025, di mana tertinggi mencapai Rp5,6 juta di Bekasi dan Rp5,4 juta di DKI Jakarta, sementara mayoritas pekerja masih menerima penghasilan sekitar Rp3 juta per bulan. Ketimpangan makin nyata ketika melihat data pengangguran; hingga Februari 2025, jumlah pengangguran terbuka mencapai 7,28 juta orang atau 4,76 persen dari total angkatan kerja. Dengan ilustrasi sederhana, gaji seorang anggota DPR dapat menutupi kebutuhan hidup setara UMP bagi belasan orang pengangguran, memperjelas jurang sosial-ekonomi yang memisahkan wakil rakyat dari masyarakat yang mereka wakili.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah besaran gaji dan fasilitas yang diterima anggota DPR sebanding dengan tanggung jawab legislatif dan pengawasan anggaran yang mereka emban? Bagi sebagian pihak, penghasilan tinggi dianggap wajar mengingat tanggung jawab legislatif yang mereka pikul. Namun, bagi rakyat yang hidup pas-pasan, kesenjangan ini menimbulkan luka sosial yang nyata, apalagi ketika kinerja DPR kerap dipertanyakan terkait absensi, perjalanan dinas, dan kebijakan yang dinilai jauh dari kepentingan rakyat.
Kritik publik tidak boleh berhenti hanya pada kemarahan sesaat. Evaluasi sistem penghasilan dan fasilitas pejabat publik menjadi penting agar kesejahteraan wakil rakyat tidak terlalu jauh berbeda dengan kondisi rakyat. Dengan langkah ini, DPR diharapkan dapat lebih memahami realitas masyarakat dan menghasilkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.
Referensi:
Suara.com. Amarah Netizen Lihat Anggota DPR Joget Berjamaah, Rakyatnya Kejang Pejabat Goyang [Internet]. Jakarta: Suara.com; 2025 Aug 16 [cited 2025 Aug 26]. Available from: https://www.suara.com/news/2025/08/16/201717/amarah-netizen-lihat-anggota-dpr-joget-berjamaah-rakyatnya-kejang-pejabat goyang?utm
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Kumpulan Data Ketenagakerjaan [Internet]. Jakarta: Kemenaker; 2025 [cited 2025 Aug 26]. Available from: https://satudata.kemnaker.go.id/data/kumpulandata/2252?utm
Tempo.co. Rincian Satuan Gaji dan Tunjangan Anggota DPR: Berapa Biaya Telepon Mereka? [Internet]. Jakarta: Tempo.co; 2025 [cited 2025 Aug 26]. Available from: https://www.tempo.co/politik/rincian-satuan-gaji-dan-tunjangan-anggota-dpr-berapa-biaya-telepon-mereka--2061776
Badan Pusat Statistik (BPS). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sebesar 4,76 Persen, Rata-rata Upah Buruh Sebesar 3,09 Juta Rupiah [Internet]. Jakarta: BPS; 2025 May 5 [cited 2025 Aug 26]. Available from: https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/05/05/2432/tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-4-76-persen--rata-rata-upah-buruh-sebesar-3-09-juta-rupiah-.html
DIUNGGAH PADA 27 AGUSTUS 2025
EDISI AGUSTUS 2025
Penulis : Siti Gheriya Suraya (KM FKG UH Angkatan 2024)
Makassar, 18 Juli 2025 - Selama ini, banyak orang termasuk mahasiswa kedokteran gigi sendiri beranggapan bahwa menjadi dokter gigi yang andal berarti harus piawai dalam tindakan klinis, contohnya tambalan yang harus presisi, pencabutan yang harus minim trauma, atau ketika melakukan prosedur anestesi harus cepat dan tepat. Tak salah memang, karena keterampilan teknis merupakan komponen utama dalam dunia klinik. Namun, realitas dunia praktik menunjukkan bahwa ketangkasan tangan saja belum cukup untuk membentuk seorang dokter gigi. Dalam keseharian praktik, interaksi seorang dokter gigi tidak hanya terbatas pada instrumen dan struktur rongga mulut, melainkan juga melibatkan dinamika sosial, psikologis, dan sistem kesehatan kompleks.
Hal inilah yang membuat keterampilan nonteknis atau soft skills menjadi aspek yang tak kalah penting. Di balik sebuah tindakan klinis yang tampak sederhana, kemampuan berkomunikasi menjadi kunci. Seorang dokter gigi perlu menjelaskan prosedur dengan bahasa yang mudah dipahami, menenangkan kecemasan pasien, serta membangun kepercayaan selama proses perawatan berlangsung. Komunikasi yang efektif terbukti mampu meningkatkan kepuasan pasien dan memperkecil potensi konflik akibat kesalahpahaman. Lebih dari itu, komunikasi terapeutik yang baik juga berdampak pada hasil perawatan yang lebih optimal. Selain komunikasi, tantangan lain dalam praktik kedokteran gigi adalah pentingnya kerja sama antarprofesi. Seorang dokter gigi tidak bekerja seorang diri. Ia akan terus bersinggungan dengan perawat gigi, teknisi laboratorium, staf administrasi, bahkan dokter spesialis lainnya. Mahasiswa FKG perlu memahami bahwa kolaborasi lintas profesi bukan sekadar koordinasi teknis, melainkan upaya menyatukan keahlian demi hasil perawatan yang terintegrasi dan aman. Minimnya kemampuan kerja sama dalam tim dapat berujung pada kesalahan prosedur atau keterlambatan pelayanan, dua hal ini yang kemudian berpotensi membahayakan pasien. Dalam kenyataannya, praktik kedokteran gigi sering membawa dokter pada situasi yang membingungkan, seperti ketika harus memilih antara kepentingan medis dan kondisi sosial pasien. Mahasiswa kedokteran gigi sejak dini perlu dibekali dengan prinsip-prinsip dasar etika medis seperti otonomi, keadilan, serta prinsip tidak membahayakan. Dalam kondisi nyata, bisa saja dokter dihadapkan pada situasi ketika pasien menolak tindakan yang sebetulnya dibutuhkan, atau ketika keterbatasan ekonomi memengaruhi pilihan perawatan. Dalam kondisi tersebut, profesionalisme dan kepekaan moral menjadi fondasi dalam mengambil keputusan yang tepat, bukan hanya dari sisi klinis, tetapi juga dari sisi kemanusiaan.
Seiring pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kedokteran gigi, kemampuan untuk terus belajar juga menjadi keharusan. Seorang mahasiswa FKG yang hanya bergantung pada ilmu yang diperoleh di bangku kuliah berisiko tertinggal dari perkembangan ilmu praktik yang terus berubah. Dengan kemajuan seperti teknik digital imaging, CAD/CAM restorasi, hingga penggunaan biomaterial baru, inilah yang kemudian membuat sikap pembelajar sepanjang hayat diperlukan. Komitmen untuk mengikuti seminar penelitian, membaca jurnal ilmiah, dan memperbarui pengetahuan merupakan bentuk tanggung jawab terhadap pasien dan profesi itu sendiri.
Memahami pentingnya soft skills saja tentu belum cukup. Mahasiswa perlu ruang dan kesempatan untuk mengasah keterampilan ini sejak dini. Kegiatan organisasi, komunitas, maupun program pengabdian masyarakat menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam melatih kemampuan komunikasi, kerja tim, dan kepemimpinan secara langsung. Mengikuti pelatihan non-klinis seperti etika medis, public speaking, atau manajemen waktu dapat memperkaya perspektif interpersonal. Simulasi kasus, refleksi diri setelah praktik, dan pengalaman dalam interprofessional education (IPE) juga berperan besar dalam membentuk etika sosial mahasiswa. Dengan menjadikan soft skills sebagai bagian krusial dari proses pembelajaran, mahasiswa FKG tidak hanya akan menjadi operator klinis yang kompeten, tetapi juga dokter gigi yang mampu membangun kepercayaan, kolaborasi, dan kepemimpinan yang berdampak di masyarakat. Pada akhirnya, keterampilan teknis dan soft skills bukan dua hal yang harus dipertentangkan, melainkan dua sisi yang saling melengkapi dalam membentuk profesional kesehatan yang utuh, berintegritas, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Referensi :
1. Yazid MN, Siregar S, Wulansari R, Widoretno S, Nurjannah I, Roslina R. Readiness of interprofessional education on maternal health of medical and dental students: A mixedmethods study. J Educ Health Promot. 2023;12:326. doi:10.4103/jehp.jehp_1102_22
2. Kodali MVRM, Kodali US, Gadicherla S, Smriti K, Singh A, Khurshid Z. The Role of Soft Skills in Dental Education: Challenges and Importance. Eur J Dent. 2025;19(3):851859. doi:10.1055/s-0044-1791938.
3. Alzahrani SB, Alzahrani AS, Alzahrani AA. Integration of soft skills into dental curriculum: the necessity of holistic competence. J Contemp Dent Pract. 2021;22(5):540546. doi:10.5005/jp-journals-10024-3091.
DIUNGGAH PADA 29 JULI 2025
EDISI JULI 2025
BIDANG 1 BEM FKG UH
Pada hari Selasa, 22 Juli 2025, BEM FKG Universitas Hasanuddin kembali melaksanakan Kajian Islam Rutin yang kedua dengan sistem hybrid (luring di Masjid Al-Aafiyah FKG UH dan daring melalui Zoom Meeting). Kajian kali ini mengangkat tema "Belajar Ikhlas dan Sabar di Tengah Target, Tugas, dan Tekanan" dengan judul “Kalem Aja, Allah Lagi Atur”, dibawakan oleh Ustadz Alkarim, S.Stat. Pemateri mengulas tentang pentingnya memahami konsep ikhlas dan sabar bukan sebagai bentuk pasrah, tetapi sebagai sikap aktif dalam menghadapi tekanan hidup. Peserta diajak untuk mengubah pola pikir (nahdhah fikriyyah) menjadi lebih Islami dengan menjadikan akidah sebagai pemimpin pemikiran (qiyadah fikriyyah), serta memahami makna qadha dan qadar agar tidak mudah kecewa terhadap hasil yang tak sesuai harapan.
Dalam kajian ini, peserta juga diajak menyadari bahwa harapan yang diletakkan pada manusia akan berujung pada kekecewaan, karena sejatinya hanya Allah yang layak menjadi tempat bergantung. QS Ar-Ra’d ayat 11 menjadi penguat bahwa perubahan sejati dimulai dari dalam diri. Kegiatan ini berlangsung khidmat, disertai pre-post test, dan diwarnai semangat diskusi yang tinggi dari peserta. Kajian ini meninggalkan pesan mendalam, bahwa ketenangan hidup akan hadir jika kita yakin Allah sedang mengatur segalanya, dan bahwa sabar serta ikhlas adalah jalan keselamatan dalam menjalani kehidupan yang penuh ujian.
DIUNGGAH PADA 27 JULI 2025
EDISI JULI 2025
BIDANG 3 BEM FKG UH
Makassar, 26 Juli 2025 - Bedah Buku adalah kegiatan bulanan yang menjadi ruang untuk berdiskusi dan saling belajar bersama. Di edisi kali ini, kami membahas buku “Catatan Seorang Demonstran” karya Soe Hok Gie, sebuah catatan harian dari sosok muda yang berani bersuara dan melawan ketidakadilan di zamannya.
Buku ini membawa kita melihat bagaimana Gie memaknai hidup, perjuangan, dan kemerdekaan berpikir. Ia menulis dengan jujur, tajam, dan menyentuh. Pemaparan dari pemateri membantu menggambarkan bagaimana isi buku ini relevan dengan kondisi hari ini, sekaligus mengajak kita merenungkan pentingnya menyediakan ruang bagi suara jujur dan idealisme di tengah dunia yang makin rumit. Pemateri juga mengajak kita untuk tidak hanya membaca tentang Gie, tapi juga memahami bahwa dia adalah sosok yang jujur, kritis, dan apa adanya. Semua itu disampaikan dengan gaya bahasa yang ringan, menarik, dan gampang dimengerti.
Melalui kegiatan ini, kami semakin yakin bahwa membaca bukan hanya soal menambah wawasan, tapi juga mengasah keberanian untuk berpikir dan bertindak.
DIUNGGAH PADA 27 JULI 2025
EDISI JULI 2025
Penulis: Muh. Wildan Aulia - Ketua Umum BEM FKG UH
Perguruan tinggi hari ini dipenuhi oleh generasi yang tidak pernah mengenal dunia tanpa internet. Mahasiswa milenial dan Gen Z telah mengubah wajah pendidikan tinggi dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka adalah generasi yang tumbuh dengan smartphone di tangan, media sosial sebagai jendela dunia, dan akses informasi yang tak terbatas. Mahasiswa masa kini memiliki ciri khas yang membedakan mereka dari generasi sebelumnya. Mereka adalah multitasker sejati yang dapat mengerjakan tugas sambil mendengarkan musik, chatting dengan teman, dan scrolling media sosial secara bersamaan. Kemampuan adaptasi teknologi mereka luar biasa - aplikasi baru dipelajari dalam hitungan menit, platform pembelajaran online dikuasai dengan cepat.
Namun, di balik kemahiran teknologi tersebut, terdapat tantangan unik. Rentang perhatian yang lebih pendek membuat mereka membutuhkan variasi dalam metode pembelajaran. Mereka lebih menyukai informasi yang disajikan dalam format visual, interaktif, dan dapat diakses kapan saja. Paradoks informasi menjadi salah satu tantangan terbesar. Di satu sisi, mahasiswa memiliki akses ke perpustakaan digital yang tak terbatas. Google Scholar, jurnal online, video tutorial, dan kursus daring tersedia di ujung jari. Namun, kelimpahan informasi ini justru menciptakan kesulitan baru: bagaimana memilah informasi yang kredibel dari yang tidak, dan bagaimana menghindari jebakan prokrastinasi digital. Media sosial menjadi pedang bermata dua. Platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter dapat menjadi sumber inspirasi dan networking, tetapi juga dapat menjadi distraksi yang menguras waktu dan energi. FOMO (Fear of Missing Out) seringkali membuat mahasiswa sulit fokus pada prioritas akademik.
Pandemi COVID-19 mempercepat transformasi digital dalam pendidikan. Mahasiswa milenial harus beradaptasi dengan pembelajaran daring, kuliah virtual, dan ujian online. Meskipun awalnya menantang, banyak yang menemukan fleksibilitas baru dalam belajar. Konsep blended learning menjadi norma baru. Mahasiswa dapat mengakses materi kuliah kapan saja, mengulang penjelasan dosen melalui rekaman, dan berpartisipasi dalam diskusi online yang lebih inklusif. Bagi mahasiswa introvert, platform digital memberikan ruang yang lebih nyaman untuk berpartisipasi.
Generasi mahasiswa ini adalah pelopor dalam menciptakan peluang baru. Mereka tidak hanya konsumen teknologi, tetapi juga creator. Banyak mahasiswa yang memulai bisnis online, menjadi content creator, atau mengembangkan aplikasi dan startup teknologi bahkan sebelum lulus. Kemampuan networking mereka melampaui batas geografis. LinkedIn, komunitas online, dan webinar internasional membuka peluang magang dan karir yang tidak terbatas pada lingkungan lokal. Kolaborasi lintas negara dalam proyek penelitian atau startup menjadi hal yang umum.
Meskipun teknologi mendominasi, soft skills tetap menjadi kunci sukses. Kemampuan komunikasi, baik verbal maupun tertulis, menjadi lebih penting karena sebagian besar interaksi terjadi melalui platform digital. Empati dan emotional intelligence diperlukan untuk membangun koneksi yang bermakna di dunia virtual. Critical thinking menjadi skill yang krusial dalam menghadapi oversupply inforasi dan berita hoax. Mahasiswa harus dapat menganalisis, mengevaluasi, dan mensintesis informasi dari berbagai sumber dengan bijak.
Tekanan untuk selalu "online" dan produktif menciptakan tantangan kesehatan mental yang unik. Burnout tidak hanya terjadi di dunia kerja, tetapi juga di kalangan mahasiswa. Budaya hustle yang dipromosikan media sosial seringkali menciptakan ekspektasi yang tidak realistis. Mahasiswa milenial mulai lebih sadar akan pentingnya mental health dan self-care. Mereka lebih terbuka mencari bantuan psikologis dan menggunakan aplikasi meditasi atau wellness untuk menjaga keseimbangan hidup.
Referensi :
Mulyani AY. Pengembangan critical thinking dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. JPTK: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. 2022;13(1):100–105.
Hajibabaee F, Farahani MA, Ameri Z, Salehi T, Hosseini AF. The relationship between empathy and emotional intelligence among Iranian nursing students. Iran J Med Educ. 2018;9:239.
Rahayu D, Marpaung DS, Fatimatuzzahrah, Khairunnisa, Ningrat IKP, Solihah R. Efektivitas pembelajaran dengan metode blended learning terhadap hasil belajar mahasiswa. Jurnal Kewarganegaraan. 2022;6(1):1773–81.Alzahrani SB, Alzahrani AS, Alzahrani AA. Integration of soft skills into dental curriculum: the necessity of holistic competence. J Contemp Dent Pract. 2021;22(5):540–546. doi:10.5005/jp-journals-10024-3091.
Kustandi C, Suyatna A, Priyandoko D, Kartini DS, Dewi NE. Distraksi digital: Studi korelasional antara stres akademik dengan cyberslacking. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan. 2022;9(2):189–200.
DIUNGGAH PADA 27 JULI 2025
EDISI JULI 2025
Penulis: Indah Okta Andria (KM FKG UH ANGKATAN 2023)
Kuliah di bidang kesehatan? Materinya begitu banyak, waktunya terbatas, dan ujian datang bertubi-tubi. Tapi jangan khawatir, belajar tidak harus menyebabkan stres. Seberapa lama kamu belajar bukanlah hal yang paling utama melainkan yang penting adalah seberapa cerdas kamu mengatur pembelajaran kamu. Berikut tips-tips belajar yang mungkin dapat membantu kamu dalam menghadapi perkuliahan:
Pahami Niat, Gaya Belajar, dan Jadwal Belajar
Tentukan alasan dan tujuan untuk setiap materi agar tetap fokus. Belajar dengan cara visual, auditori, atau kinestetik. Mahasiswa auditori kesehatan misalnya dapat menggunakan podcast atau rekaman kuliah; mahasiswa kinestetik dapat menulis ulang atau praktik langsung materi. Setelah itu, buat jadwal yang teratur, seperti satu jam per hari (bisa dibagi pagi dan malam), dan tetap konsisten. Konsistensi adalah kunci keberhasilan.
Manajemen Waktu dan Perbanyak Latihan Soal
Gunakan teknik seperti Pomodoro (25 menit belajar plus 5 menit istirahat) untuk tetap fokus tanpa lelah. Selain itu, setiap kali selesai belajar lakukan evaluasi atau latihan soal secara berkala untuk menguji pemahaman dan keterampilan kamu.
Metode Pembelajaran Aktif dan Pengenalan Konsep yang Aktif
Menggunakan aplikasi flashcard atau aplikasi quiz terbukti jauh lebih efektif daripada hanya membaca catatan. Metode ini meningkatkan ingatan jangka panjang dan memudahkan penghafalan istilah klinis yang kompleks.
Diskusi Kelompok atau Membuat Study Group
Belajar bersama teman tidak hanya membantu kamu memahami materi dari berbagai sudut pandang, tetapi juga membantu kamu mengingat konsep yang rumit seperti radiologi, anatomi oral, atau prosedur klinis. Satu anggota memberikan penjelasan ulang topik kepada anggota lain melalui pemahaman aktif (recall aktif), yang meningkatkan daya ingat jangka panjang.
Semoga tips-tips ini bisa jadi bekal kecil yang berguna buat perjalanan kuliahmu. Selamat belajar dan semangat selalu, ya!
Referensi:
Vera L, Widjaja Y. The implementation of learning strategies according to learning styles and the relationship with undergraduate medical students’ academic performances. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia. 2022 Mar;11(1):40–48. doi:10.22146/jpki.65555.
Khan T, Alzahrani FA, Abusharia MI, Kamal MN, AlZahrani AH, Alotaibi MH, Alshamrani RS, Alharthi AA, Alzahrani MS, Zubair M. The Pomodoro Technique and Its Use in Medical Education: A Narrative Review. Healthcare (Basel). 2023 Feb;11(3):375. doi:10.3390/healthcare11030375.
Hafeez A, Rafique S, Saleem S, Ahmad J, Khursheed I, Sajid T. Peer-assisted learning: Undergraduate medical students’ perception and satisfaction. J Educ Health Promot. 2022;11:317. doi:10.4103/jehp.jehp_1312_21
DIUNGGAH PADA 23 JULI 2025
EDISI JULI 2025
BIDANG 3 BEM FKG UH
Makassar, 30 Juni 2025. Bedah Buku adalah agenda rutin yang diselenggarakan setiap bulan sekali sebagai wadah diskusi literasi dan refleksi kritis bersama. Pada edisi kali ini, kami mengangkat buku “Pendidikan Kaum Tertindas” karya Paulo Freire, sebuah karya yang menggugah kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai alat pembebasan, bukan penindasan.
Diskusi berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berbagi pandangan, bertanya kritis, dan merefleksikan isi buku dalam konteks pendidikan masa kini, baik di tingkat lokal maupun global. Pemateri dan penanya pun mengajak kita semua untuk tidak hanya memahami isi buku, tetapi juga menantang diri: apakah kita sudah menjadi bagian dari solusi atau justru masih berada dalam sistem yang menindas secara tidak sadar?
Melalui Bedah Buku ini, semangat untuk terus belajar, berpikir kritis, dan bergerak menjadi semakin nyata. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan keberanian untuk membongkar ketidakadilan melalui pendidikan yang memerdekakan.
DIUNGGAH PADA 13 JULI 2025
EDISI JULI 2025
BIDANG 1 BEM FKG UH
Pada tanggal 27 Juni 2025, BEM FKG UH Periode 2025/2026 untuk pertama kalinya melaksanakan kegiatan Kajian Islam Rutin yang dilaksanakan di Masjid Al-Aafiyah FK Unhas. Kajian kali ini berjudul “Duniawi Ngebut, Giliran Akhirat Gak Boleh Macet” yang dibawakan oleh Ustadz drg. Muhammad Yudin, Sp. Perio berisi tentang bagaimana sih sebenarnya konsep produktivitas menurut pandangan Islam yang nantinya akan membuat mahasiswa dapat menyadari pentingnya menjaga ibadah di tengah aktivitas organisasi dan akademik.
Kajian ini mengangkat fenomena mahasiswa yang begitu semangat mengejar aktivitas duniawi seperti tugas menumpuk, jadwal organisasi yang padat, deadline kejar-kejaran, namun sayangnya dalam urusan akhirat sering ditunda-tunda. Salat mulai telat, dzikir dilupa, membaca kitab suci tidak dilakukan, bahkan lupa bahwa hidup ini bukan cuma tentang pencapaian akademik atau karier.
Melalui kajian ini, Mahasiswa diajak untuk menyadari bahwa keseimbangan antara dunia dan akhirat bukan sekadar slogan, tetapi merupakan jalan keselamatan untuk dapat mempersiapkan bekal dalam kehidupan akhirat. Bahwa kita bisa kok, sukses di kampus sekaligus taat di jalan Allah dengan manajemen waktu yang baik, penataan prioritas yang tepat, serta niat yang benar dalam setiap aktivitas.
DIUNGGAH PADA 13 JULI 2025
EDISI JULI 2025